WISATA BROMO

Bromo adalah salah satu destinasi wisata yang telah mendunia. Tidak sedikit wisatawan dari berbagai belahan dunia yang datang jauh-jauh ke Indonesia hanya untuk menyaksikan pesona Gunung Bromo. Bahkan, salah satu tempat untuk menyaksikan sunrise terbaik di Indonesia berada di Pananjakan Bromo. Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bromo dari tahun ke tahun, maka pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau yang disingkat TNBTS menambahkan spot alternatif lain untuk menyaksikan sunrise, yakni di Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Bahkan oleh situs lonely planet, Bromo dinobatkan sebagai tujuan wisata gunung terbaik ketiga di dunia, setelah Gunung Olympia di Yunani dan Gunung Elbrus di Rusia.

Bromo sendiri setiap harinya hampir tidak pernah sepi oleh pengunjung. Apabila run down Bromo anda tepat, maka Point of view Pananjakan adalah salah satu destinasi yang pertama anda kunjungi. Anda dapat pula mengabadikan milky way di Bromo pada sekitar pukul 00.00 – hingga pukul 03.00 dini hari. Berikutnya pada pukul 04.00 hingga pukul 05.00 adalah saat untuk mendapatkan momentum sunrise. Berikut saya berikan 5 destinasi favorit wajib bagi para wisatawan yang hendak ke Bromo.

1. Pananjakan Bromo

Setelah suhu udara mulai menghangat dengan keberadaan sinar matahari yang perlahan-lahan mulai meninggi, anda pun mulai dapat mengambil gambar lukisan alam yang sangat menakjubkan. Ada Gunung Bromo dikelilingi kaldera dengan luas sekitar + 6290 Ha. Di sampingnya terdapat Gunung Batok, dan sebagai latar belakang terdapat Gunung Semeru yang berdiri cukup megah.

2. Gunung Batok
Sebaiknya anda jangan terlalu lama terpukau oleh lukisan alam Bromo. Sekitar pukul 06.00 WIB, sebaiknya anda segera mengakhiri aktivitas di Pananjakan Bromo, dan segera turun dengan menggunakan jeep Bromo. Destinasi berikutnya adalah Kaldera Bromo dengan latar belakang Gunung Batok.  Disini pun jangan terlalu lama, sekitar 20 menit sudah cukup hanya untuk berfoto di lautan pasir Bromo yang berlatar belakang Gunung Batok.

3. Kawah Bromo
Sebelum matahari semakin terik, dan angin di lautan pasir Bromo semakin kencang, sebaiknya anda mulai berjalan menuju ke kawah Bromo. Apabila anda malas berjalan kaki, transportasi alternatifnya anda bisa menyewa kuda hingga sampai di tangga Bromo. Penuntun kuda pun juga akan bersedia menunggu anda di bawah tangga hingga anda selesai mengexplore kawah Bromo.

4. Kaldera Bromo
Usai selesai dengan kawah Bromo, anda bisa langsung ke kaldera atau yang lebih dikenal dengan sebutan pasir berbisik. Spot foto di pasir berbisik sangalah luas. Anda bisa minta berhenti dimanapun kepada driver jeep Bromo. Saran saya, carilah tempat yang tenang dan sepi untuk berfoto foto bersama grup anda. Apabila di atas pukul 09.00 WIB, area sekitar kaldera Bromo akan semakin terik oleh sengatan sinar matahari. Selain itu, angin mulai bertiup lebih kencang dan debu debu tentunya akan membuat kondisi semakin tidak nyaman. Musim terbaik kunjungan ke pasir berbisik adalah ketika musim kemarau, karena pasir di Bromo mengering. Berbeda dengan musim hujan, yang kadang di beberapa tempat terbentuk aliran sungai.

5. Savanna Bromo
Bagi anda yang melalui jalur Malang, sebaiknya Savanna Bromo atau juga dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbis menjadi destinasi terakhr anda di Bromo karena lebih dekat dengan arah jalan pulang. Kunjungan terbaik di Savanna Bromo adalah saat musim hujan, antara bulan desember hingga april. Rumput rumput di savanna terlihat subur menghijau. Hanya saja kondisi yang tidak menyenangkan saat hujan turun dengan deras.

Bulan kunjungan terbaik untuk meyaksikan sunrise Bromo ada di antara bulan mei hingga akhir agustus. Pada bulan bulan tersebut, suhu Bromo akan semakin mencapai titik rendahnya. Berdasarkan pengalaman saya sebagai salah satu tour agen yang sering membawa wisatawan ke Bromo, suhu terendah yang pernah saya alami berada di titik 5 derajat celcius. Apabila anda ingin memotret milky way Bromo, pastikan posisi bulan pada tanggal tidak sedang pada posisi bersinar.

Event Bromo
Ada 2 event rutin yang secara khusus diselenggarakan di Bromo dan cukup banyak menarik minat para wisatawan. Event yang pertama adalah tradisi turun menurun suku Tengger yang merupakan penduduk asli Bromo, dan mayoritas penganut agama Hindhu yang sedang merayakan hari raya Yadya Kasada. Upacara ini diselenggarakan pada bulan kasada, pada hari ke 14 penanggalan Jawa.

Event kedua adalah festival musik yang bertajuk Jazz Gunung atau Jazz Gunung Bromo. Festival perpaduan musik jazz dan etnik ini pertama kali diselenggarakan mulai tahun 2009, dan rutin hingga kini. Bromo sendiri terpilih sebagai tempat terselenggaranya festival dikarenakan lantaran keindahan pemandangan dan budaya masyarakat lokal yang cukup unik. Bahkan, Pemerintah nasional telah menjadikan event festival java jazz sebagai konsep wisata musik dan budaya.

Bagaimana Menuju Bromo?
Wilayah Bromo sendiri diklaim sebagai destinasi pariwisata utama oleh 4 Kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang. Akan tetapi jalur yang sering digunakan oleh para wisataman pada umumnya hanya ada 3 jalur. Diantaranya adalah :

  • Jalur Kabupaten Probolinggo
    Jika anda berangkat dari Surabaya, maka jalur ini adalah yang paling mudah ditempuh. Anda dapat menggunakan jalan tol sebagai akses paling mudah dari Bandara Udara Juanda dan anda akan sampai dalam waktu kurang lebih sekitar 3 Jam. Keluar dari pintu tol menuju Jalan Laweyan, anda telah berada di jalur utama menuju Gunung Bromo. Anda pun bisa juga mengunjungi Air Terjun legendaris, air terjun Madakaripura. Melalui jalur Probolinggo, ada tidak akan kesulitan untuk mendapatkan penginapan. Mulai dari kelas backpacker hingga hotel bintang 5. Bahkan beberapa hotel memiliki pemandangan yang langsung menghadap Gunung bromo, seperti hotel Lava Lodge, Hotel Cemara indah dan Bromo View.

Jalur Kabupaten Pasuruan
Jalur Kabupaten Pasuruan merupakan jalur favorit bagi pengunjung yang tak ingin ataupun tak sempat untuk menginap di hotel. Biasanya berangkat pada dini hari atau sekitar pukul 23.00. Anda akan lebih dekat dengan lokasi Sunrise Bromo. Point of view favorit berada di Pananjakan Bromo. Momen saat matahari terbit inilah yang biasanya ditunggu para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Jalur Kabupaten Malang
Saya sebagai salah satu agen tour Bromo lebih sering menggunakan jalur Malang. Bagi saya secara pribadi, jalur ini memiliki kelebihan pada spot spot pemandangan savanna yang cukup memukau. Bahkan jalur ini cukup menyenangkan bagi anda yang gemar berpetualang. Anda pun dapat meminta kepada sopir jeep Bromo untuk berhenti dimanapun yang anda suka, hanya untuk sekedar mengambil gambar ataupun berselfie ria. Titik pergantian jeep Bromo ini juga lebih dekat dengan Bandara Malang. Jadi apabila Bromo sedang erupsi atau ada peningkatan aktivitas, maka Bandara Malang akan ditutup.
Jeep Bromo
Hal yang perlu diketahui oleh para wisatawan yang hendak berkunjung ke Bromo adalah aturan mengenai penggunaan kendaraan bermotor. Untuk roda dua, sebaiknya anda memastikan bahwa tidak ada masalah dengan kendaraan anda, terutama sistem pengereman. Hal ini yang cukup vital, mengingat banyak terjadi kecelakaan di turunan Bromo dari titik sunrise menuju padang pasir Bromo, khususnya kendaraan matic. Untuk roda 4, wisatawan harus memarkir kendaraan di tempat yang ditentukan untuk selanjutnya berganti dengan jeep Bromo. Tidak boleh ada kendaraan roda 4 selain jeep Bromo.  Pada umumnya, jeep Bromo menggunakan jenis hard top 4×4.

Paket Wisata Bromo
Ada berbagai macam pilihan paket wisata Bromo; mulai dari Bromo mid night tour yang keberangkatannya dimulai dari tengah malam hingga siang hari. Atau paket wisata Bromo yang dikombinasikan dengan beberapa destinasi wisata di Kota Batu atau Malang. Anda pun juga dapat menghubungi kami sebagai salah satu agen tour wisata Bromo. Untuk anda yang berbulan madu di Bromo ataupun hendak melangsungkan pre wed di Bromo, kami juga siap mendampingi anda dan memberikan spot spot terbaik di Bromo.

 

Leave a Reply